Relawan Pendidikan 1000 Guru Sulbar, Terus Bergerak Meski Tak Dikenal


MAMUJU,POROSSULBAR – Relawan pendidikan 1000_Guru Sulbar merupakan regional kedua di Pulau Sulawesi setelah Makassar. Relawan pendidikan komunitas tingkat nasional ini memiliki jaringan komunitas sebanyak 35 regional dihampir seluruh pelosok negeri. 1000_Guru Sulbar sendiri resmi dibentuk pada tanggal 23 Agustus 2015 di Polewali Mandar atas bantuan dan koordinasi dengan 1000_Guru Makassar.

Jika dibandingkan dengan komunitas relawan pendidikan lainnya, 1000_Guru Sulbar masih tidak begitu familiar termasuk bagi masyarakat kota Mamuju. Hal tersebut mungkin disebabkan karena komunitas ini tidak begitu aktif melakukan publikasi. Namun memang pada prinsipnya, mereka lebih fokus pada action atau pergerakan dan tentunya dengan mengenyampingkan publikasi.

Mengingat komunitas relawan pendidikan ini bergerak lebih dibanding yang lain maka mereka harus membuka diri dengan kerjasama ataupun bantuan yang ditawarkan pihak dari luar komunitas. Sekolah-sekolah pedalaman yang jauh dari akses pemerintah adalah sasaran utama komunitas ini. Selain donasi, Reckruitmen volunteer atau peserta pengajar menjadi point penting yang harus diperhatikan dengan baik dan secara detail disetiap akan menyelenggarakan kegiatan mengajar sehari yang disebut dengan “Traveling and Teaching (TnT)”.

Perjalanan yang tidak mudah menuju pedalaman melewati lembah-lembah dan pegunungan dengan tebing yang curam adalah membutuhkan ketelitian, kewaspadaan dan tenaga tenaga yang ekstra dan itulah yang harus dimiliki oleh setiap calon peserta. Bukan hanya cerdas, tapi kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat awam yang sangat jarang bersentuhan dengan masyarakat luar juga sangat dibutuhkan dalam komunitas ini.
Traveling and Teaching adalah kegiatan inti dalam komunitas 1000_Guru Sulbar. Komunitas ini sengaja memakai istilah Traveling and Teaching dengan maksud mengajak para anak muda pecinta petualang untuk tidak hanya sekedar camping atau jalan-jalan setiap kali berkegiatan namun juga bisa memberikan manfaat bagi orang lain dengan mengajar di sekolah-sekolah pedalaman.

Tujuan kedua dari Traveling and Teaching adalah untuk mengeksplor destinasi wisata alam dan wisata bahari yang ada di Sulbar, mengingat calon peserta yang mendaftar disetiap kegiatan TnT hampir 50% berasal dari luar provinsi Sulbar sehingga menjadi sangat penting bagi komunitas ini untuk memperkenalkan Sulawesi Barat kepada mereka. Bukan hanya itu, wisata-wisata kuliner Sulbar juga berhasil diperkenalkan kepada peserta luar daerah Sulbar. Terbukti dengan banyaknya peserta yang telah pulang ke kampung halamannya masing-masing menyatakan rindu untuk dapat kembali menikmati kuliner-kuliner Sulbar yang lezat.

Meski terhitung masih sangat belia namun gerakan yang telah diciptakan komunitas ini patut diacungi jempol. Terbukti dengan keberhasilan mereka menerobos rimba di pedalaman Tubbitaramanu Kabupaten Polewali Mandar yang terisolir, menempuh jarak sejauh 72 kilometer berkendara mobil dan 5 kilometer berjalan kaki. Juga menaklukkan Ketinggian Marano Kabupaten Mamuju dengan mencapai puncak ketinggian lebih dari 900 mdpl dengan menempuh jarak sejauh 29 kilometer berkendara roda empat dan 5 kilometer berjalan kaki. Tak hanya itu komunitas ini juga melintasi pegunungan untuk mencapai lembah Rattepadang di Kabupaten Majene dengan menumpangi mobil hardtop sejauh 93 kilometer.

Tidak tanggung-tanggung, dalam sekali kegiatan mereka bergerak dengan membawa 35 hingga 55 anggota yang terdiri dari Tim Inti dan Peserta/Volunteer, membawa donasi berupa Atk, susu dan makanan ringan, tas serta seragam olahraga untuk 143 siswa di sekolah pertama yang dikunjungi, 112 siswa pada sekolah kedua dan untuk 138 siswa di sekolah ketiga. Mereka menghabiskan tenaga dengan berpanas matahari dan berjalan kaki. Tidur berhimpit-himpitan tanpa penerangan, makan-minum seadanya dan tanpa sempat membersihkan diri dari debu dan bau keringat yang menempel dibadan.

Untuk saat ini hanya tiga sekolah yang baru dapat dikunjungi oleh relawan pendidikan 1000_Guru Sulbar. Namun komunitas ini akan terus bergerak menyisir sekolah-sekolah pedalaman di Sulawesi Barat. Menurut informasi, mereka akan kembali membuka reckruitmen peserta untuk kegiatan Traveling and Teaching selanjutnya dipedalaman Desa Bania, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa pada awal bulan Mei 2016 dengan mendaki ketinggian puncak sejauh 1.573 meter diatas permukaan Laut dan dengan kelembaban udara mencapai minus 20 derajat Celcius. (*ds/frd*)


SHARE ON SOCIAL MEDIA :

Related News

.traveling and teaching spesial

November 27, 2016
.traveling and teaching spesial kembali ke Nusa Tenggara Timur, 10 - 12 Desember kami akan…

READ MORE

Beritahu kami bila menemukan sekolah yang layak kami bantu

November 27, 2016
Beritahu kami bila menemukan sekolah yang layak kami bantu di lokasi:1. Raja Ampat, Papua2. Mentawai,…

READ MORE

Teaching and Giving With Giias Educare 2016

November 24, 2016
1000_guru kembali bekerjasama dengan GAIKINDO Indonesia International Auto Show untuk kali kedua. Setelah yang pertama…

READ MORE

serunya traveling and teaching ke TRK Banli NTT

November 17, 2016
1000 Guru yang sudah  berjalan sejak tahun 2012 adalah gerakan non-profit yang diusahakan secara mandiri…

READ MORE